Intel Core i3 atau i5 atau i7 ?

Source : ophtek.com

Gimana caranya milih Processor  ? 

Intel udah ngeluarin banyak banget processor buat industri komputer, mulai dari Intel 386 Microprocessor yang menjadi karya pertama Intel hingga Core i9 yang seringkali kalian liat sebagai processor dari perangkat-perangkat terbaik sekarang ini.

Beberapa processor Intel yang sering kalian temukan sekarang ialah Core i3, Core i5, dan Core i7. Pasti Core i7 merupakan yang terbaik dibanding kedua processor lainnya, tapi mengingat harga Core i7 pastinya jauh lebih mahal.
Tenang, pasti kalian mempunyai kebutuhan tersendiri saat mengerjakan tugas ataupun memainkan game, bisa dilihat dari aplikasi apa yang gunakan atau game apa yang kalian mainkan, selain itu akan lebih baik lagi apabila kalian mencocokkan dengan VGA yang kalian gunakan agar tidak terjadi bottleneck. Dengan begitu kalian bisa nentuin deh processor apa yang cocok buat kalian.

*Secara singkat, bottleneck adalah kondisi ketika ada hardware kalian yang nggak bekerja secara maksimal karena hardware lainnya tidak mampu mengimbangi kinerja hardware tersebut.

Kalo bisasih jangan sampe bottleneck supaya duit kalian gak mubazir buat beli hardware tersebut.

Beberapa faktor yang membedakan kinerja sebuah processor dengan yang lainnya adalah jumlah core, kapasitas cache, clock speed, dan teknologi pendukung yang dibawa oleh processor tersebut.

Jumlah Core

Source : bbc.co.uk

Core adalah processing unit yang membaca perintah yang kalian berikan. Semua seri Core i3 memiliki
dual-core processor dimana ada 2 buah core di dalam processor-nya.


Umumnya Core i5 memiliki quad-core processor dimana ada 4 buah core, namun ada beberapa seri yang menggunakan dual-core i5 seperti 7287U, 6200U, 5350U, dan lainnya.

Core i7 juga sama seperti Core i5, umumnya quad-core tapi beberapa serinya juga ada yang menggunakan dual-core.Makin banyak jumlah core, makin banyak kerjaan yang bisa dilakukan. Sebenernya itu gak salah sih, cuman masih ada hal lain melihat Core i5 dan Core i7 juga ada yang dual-core.

Kapasistas Cache 

Source : real-knowledge.com

Mudahnya, kapasitas cache dari sebuah processor adalah RAM dari core itu sendiri. Processor itu memiliki penyimpanan yang didalamnya data yang digunakan secara berulang dan disimpan di dalam cache. CPU tidak akan mengakses RAM apabila data yang ingin digunakan tersimpan di cache, sehingga apabila kapasitas cache dari sebuah processor semakin besar, semakin cepat kinerja processor tersebut.


Clock Speed
Source : digiworthy.com

Clock speed adalah seberapa cepat sebuah core menyelesaikan sebuah operasi dari perintah yang kita berikan dalam satuan hertz (Hz). Semakin tinggi nilai clock speed, semakin cepat core menyelesaikan perintah. Inget, kecepatan SEBUAH core dalam menyelesaikan perintah, bukan processornya.

Jadi jangan kepincut sama nilai clock speed yang tinggi kalo ternyata jumlah core-nya sedikit. Terus, buat ngebandingin kecepatan dari sebuah processor, kalian harus memandingkannya dengan generasi yang sama, misal i5 dan i7 dari generasi kaby lake tinggal kalian liat nilai clock speed-nya. Karena arsitektur dari sebuah processor yang generasinya sama akan sama juga.

Tapi sekedar nilai clock speed gak bisa kalian jadiin acuan kecepatan processor. Kalian perlu perhatiin juga Instruction Per Cycle (IPC) dari processor.
IPC adalah seberapa banyak instruksi yang bisa dikerjakan processor dalam satu siklus clock. Jumlah instruksi inilah yang bisa dijadikan acuan lebih pasti dari clock speed.

Contohnya, Core 2 Quad Q9550 2.83 GHz punya clockspeed yang lebih tinggi dari generasi Sky Lake 2.5 GHz, tapi Core 2 Quad cuma bisa mengerjakan 2 pekerjaan dalam 1 siklus, sedangkan generasi Sky Lake bisa mengerjakan 10 pekerjaan dalam 1 siklus. Jadinya bakal lebih cepet selesai sebuah pekerjaan yang dikerjakan oleh processor generasi skylake.

Teknologi Pendukung

Smart Cache dimiliki beberapa Core i3, Core i5, dan Core i7. Smart cache memungkinkan sebuah core untuk mengakses cache yang terdapat di core lainnya, sehingga core tersebut tidak perlu mengakses data terlebih dahulu dari RAM.

Ini illustrasinya :


Turbo Boost adalah salah satu teknologi yang tidak dimiliki oleh Core i3, teknologi ini dimiliki oleh semua seri Core i5 dan Core i7. Turbo boost berfungsi untuk menaikkan clock speed dari sebuah processor ketika processor menggunakan daya yang seharusnya dibutuhkan oleh processor tersebut.


Source : makeuseof.com

Salah satu contohnya ialah Core i5-5200U dengan base frequency 2.20 GHz dan saat turbo boost maximum frequency-nya akan mencapai 2.70 GHz. Walaupun begitu, Intel tetap menaruh angka 2.20 GHz sebagai spesifikasi dari processor tersebut karena tidak semua Core i5-5200U dapat benar-benar mencapai 2.70 GHz. Turbo boost-pun sudah ada versi 2.0 dan 3.0.

Hyper-Threading adalah tekonologi dimana tiap core dalam processor mampu menangani 2 thread, thread ini hanya bisa dimanfaatkan oleh software yang mendukung hyper-threading pula. Software yang mendukung hyper-threading biasanya tergolong dalam software produktivitas, seperti photo manipulation, video editing, dan pekerjaan multimedia lainnya.
Pertama kali hanya dimiliki oleh Core i7, namun sejak generasi Core i3 muncul, Core i3 juga sudah memiliki teknologi hyper-threading seperti Core i3-7100.

Untuk Core i5, awalnya hyper-threading hanya terdapat di dual-core processor pada generasi kaby lake. Tapi sekarang Core i5-8250U dan Core i5-8350U sudah mengusung quad-core processor + hyper-threading.

Jadi, pilih yang mana ?

Sebelum kalian tentukan, coba cek aplikasi apa aja yang kalian pake sehari-hari, baru deh bisa nentuin processor mana yang lebih cocok.



Kalo kalian adalah user yang hanya menggunakan MSOffice dalam menyelesaikan kerjaan kalian? Kayaknya kalian lebih cocok buat beli Core i3. Core i3 sendiri sebenernya juga udah cukup kok buat main game-game indie di steam. 

Kalo kalian adalah gamer dengan budget terbatas yang menggunakan pc atau laptop hanya untuk kebutuhan gaming dan browsing kalian? Lebih baik kalian membeli Core i5. Banyak juga game-game Blizzard yang support hyperthreading tersebut. Apalagi kalo kalian demen main game-game indie, lebih cocok kalo kalian spend untuk Core i5 dan habiskan sisa budget tersebut buat VGA yang lebih baik.

Kalo kalian berkecimpung di dunia multimedia? Kalian lebih baik nabung sedikit dan rasain dampak Core i7 saat kalian melakukan editing, rendering, dan lainnya. Lebih baik kalian nabung sedikit lebih lama untuk Core i7, karena bakal kerasa perbedaan kecepatan dalam menyelesaikan kerjaan kalian.

Buat teknologi pendukung yang muncul di Core i3 dan Core i5, menurut gue hanya membuat kedua processor tersebut punya limit yang lebih jauh buat kita push, sehingga ada sedikit rasa Core i7 saat kita menggunakan kedua core tersebut walaupun gak bakal semaksimal Core i7.


Semoga kalian lebih paham gimana cara milih processor yang sesuai dengan kebutuhan kalian setelah gue jelasin beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja sebuah processor dan kalo pengen diskusi lebih lanjut, kalian bisa tulis di kolom komentar supaya gue dan pembaca yang lain bisa memberikan tanggapan.

Sekian dari gue, semoga postingan ini bermanfaat. See you later guys!



Comments